Om Swastyastu

Kabupaten Buleleng terletak di bagian paling utara Pulau Bali yang mempunyai wilayah terluas diantara 9 kabupaten dan kota di Bali/ yaitu hampir 1/3 luas Pulau Bali (± 1365,88 hektar) dengan batas / sebelah barat Kabupaten Negara; sebelah selatan Kabupaten Tabanan, Badung, dan Bangli; sebelah timur Kabupaten Karangasem dan sebelah utara Laut Jawa dan Bali.

Seperti halnya dengan Bali pada umumnya, Buleleng beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata 1365 mm pertahun, musim hujan berkisar antara bulan Oktober s/d April sedangkan kemarau antara bulan April s/d Oktober.

Kabupaten Buleleng yang meliputi area 1370 km 2 terbagi atas 9 kecamatan yaitu Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Buleleng, Sukasada, Banjar, Busungbiu, Seririt dan Gerokgak yang terdiri atas 127 desa, 19 kelurahan dan 166 buah desa adat.

Sesuai dengan Perda Propinsi Bali Nomor 4 tahun 1999 bahwa di Kabupaten Buleleng telah ditetapkan menjadi 2 buah kawasan Pariwisata yaitu Kawasan Pariwisata Kalibukbuk yang lebih terkenal dengan sebutan Kawasan Lovina yang mempunyai luas pengembangan 3.542 Ha yang meliputi 7 buah desa yaitu : Desa Pemaron, Tukad Mungga, Anturan, Kalibukbuk, Kaliasem, Temukus, Tigawasa dan Kawasan Pariwisata Batu Ampar yang terletak di sebelah barat Bali Utara dengan luas pengembangan 14.124 Ha, yang meliputi 5 buah desa yaitu : Desa Penyabangan, Bonyupoh, Pemuteran, Semberkima, dan Pejarakan.

Disamping perhubungan darat Kabupaten Buleleng juga memiliki perhubungan laut berupa Dermaga Pelabuhan Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak dan Pelabuhan Tradisional Sangsit di Kecamatan Sawan. Buleleng juga telah dilengkapi dengan sarana perhubungan udara berupa Air Strip Letkol Wisnu di Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak yang diharapkan dapat mempelancar aksesibilitas ke daerah Buleleng.

Demikian sekilas tentang objek wisata di Kabupaten Buleleng,tak lupa kami sampaikan mari berwisata ke Bumi Panji Sakti Singaraja.

Om Santhi, Santhi, Santhi Om

 

Terakhir Diperbaharui (Selasa, 09 Maret 2010 00:22)