Puncak Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mepedudusan Agung di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja (Titik Nol Singaraja), Rabu (29/7), yang bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Karo. Dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Buleleng
Keikutsertaan Sekaa Gong Praja Gurnita merupakan wujud nyata komitmen Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng dalam mendukung pelestarian seni, adat, dan budaya Bali melalui pelaksanaan ngayah. Alunan gamelan yang dibawakan mengiringi jalannya prosesi upacara dengan penuh kekhidmatan sebagai bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Puncak karya tersebut dipuput oleh empat Sulinggih serta dibantu oleh sejumlah Jro Mangku yang memimpin seluruh rangkaian upacara keagamaan. Suasana sakral terasa kental dengan kehadiran umat serta para undangan yang mengikuti prosesi sejak awal hingga akhir.
Turut hadir dalam kesempatan ini Kepala Bidang Kesenian serta seluruh pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan yadnya dan pelestarian nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Buleleng.
Melalui keterlibatan Sekaa Gong Praja Gurnita dalam kegiatan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng berharap semangat ngayah terus terpelihara sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat, seni, budaya, dan tradisi Bali sebagai warisan yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.