Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng melalui Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Made Sri Laksmini, bersama staf Bidang Destinasi dan Industri, menghadiri lokakarya pengembangan tata laku wisata alam liar, khususnya pengamatan lumba-lumba di Kawasan Konservasi Buleleng, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Tejakula.
Lokakarya tersebut dibuka oleh Kepala Seksi Sosial dan Budaya, Ni Luh Lia Sulastrini, S.Pd.SD. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan pertukaran pengalaman dalam merumuskan panduan tata laku wisata pengamatan lumba-lumba yang bertanggung jawab, dengan memperhatikan kelestarian biota laut serta keberlanjutan aktivitas pariwisata di kawasan konservasi.
Lokakarya ini diselenggarakan oleh BUMDes Bondalem dengan dukungan pendanaan Tropical Forest and Coral Reef Conservation. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di Kecamatan Tejakula melalui penguatan peran masyarakat dalam pemanfaatan kawasan konservasi dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
Dalam pembahasan lokakarya, disampaikan rencana penyusunan Rencana Aksi Nasional, buku pedoman umum, serta keputusan terkait pengamatan biota yang dilindungi. Penyusunan panduan tata laku wisata pengamatan lumba-lumba diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pelaku wisata dan pemangku kepentingan dalam melaksanakan kegiatan wisata alam liar secara lebih bertanggung jawab.
Melalui lokakarya ini, berbagai masukan berdasarkan pengalaman praktik di lapangan serta rekomendasi dari para pihak diharapkan dapat dihimpun untuk menghasilkan panduan yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi di Kawasan Konservasi Buleleng.
Partisipasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan pariwisata yang memperhatikan keseimbangan antara manfaat ekonomi, keterlibatan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Pengelolaan wisata pengamatan lumba-lumba yang berkelanjutan diharapkan mampu menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Buleleng.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, pengelola kawasan, dan pelaku usaha pariwisata, pengembangan wisata alam liar di Kawasan Konservasi Buleleng diharapkan dapat berlangsung secara bertanggung jawab serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.