(0362)21342
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Disbudpar Buleleng Koordinasikan Rencana Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Admin disbudpar | 28 Agustus 2026 | 45 kali

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng melalui Plt. Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (SDPE) menerima kunjungan Perwakilan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Bali, Jumat (28/8). Bertempat di Ruang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka koordinasi awal terkait rencana pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kabupaten Buleleng.


Koordinasi ini bertujuan menyinkronkan rencana kegiatan P3M Politeknik Pariwisata Bali dengan kebutuhan aktual masyarakat dan pengelola desa wisata di Kabupaten Buleleng. Selain itu, pertemuan juga membahas bentuk pelatihan dan pembinaan yang relevan, termasuk alternatif lokus, waktu, peserta, serta teknis pelaksanaan kegiatan dengan mempertimbangkan kesiapan tempat dan dukungan anggaran.


Berdasarkan hasil pembahasan, Politeknik Pariwisata Bali melalui P3M berencana melaksanakan kegiatan PkM sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan diarahkan pada pelatihan dan pembinaan desa wisata dengan materi yang disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan pengelola desa wisata.


Untuk memastikan kegiatan memberikan manfaat yang nyata, diperlukan sinkronisasi antara kompetensi dan narasumber yang dimiliki Politeknik Pariwisata Bali dengan kebutuhan pengembangan desa wisata di Kabupaten Buleleng.


Dari hasil identifikasi awal, kegiatan yang direkomendasikan berupa Pelatihan Pengembangan Produk dan Pengelolaan Desa Wisata dengan tema “Peningkatan Kapasitas Pengelola Desa Wisata dalam Pengelolaan Destinasi, Penyusunan Paket Wisata dan Storytelling.”


Pelatihan tersebut akan diarahkan pada tiga kompetensi utama, yakni pengelolaan destinasi/desa wisata, khususnya peningkatan kapasitas tata kelola dan pengelolaan pengalaman wisatawan; penyusunan paket wisata, mulai dari identifikasi potensi, pengemasan produk, penyusunan itinerary hingga penentuan harga; serta storytelling destinasi, untuk meningkatkan kemampuan pengelola maupun pemandu dalam mengemas potensi alam, budaya, dan kehidupan masyarakat menjadi cerita yang menarik bagi wisatawan.


Adapun lokus yang direkomendasikan meliputi desa wisata berkembang di Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Banjar, yakni Desa Selat, Ambengan, Sambangan, Panji, Kayuputih, Gobleg, Gesing, Kalianget, Munduk Bestala, dan Wanagiri. Pemilihan lokus tersebut mempertimbangkan keberagaman potensi wisata serta kebutuhan peningkatan kapasitas pengelola dalam pengembangan produk dan pengelolaan desa wisata.


Kegiatan direncanakan berlangsung selama dua hari dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang berasal dari unsur pengelola desa wisata, Pokdarwis, serta pelaku terkait.


Sementara itu, terkait waktu dan tempat pelaksanaan, akan dilakukan pembahasan dan koordinasi lebih lanjut bersama P3M Politeknik Pariwisata Bali dengan mempertimbangkan kesiapan lokus, peserta, narasumber, serta dukungan anggaran yang tersedia.


Melalui koordinasi ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Politeknik Pariwisata Bali dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia pariwisata sekaligus mendorong pengembangan produk dan pengelolaan desa wisata yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.