Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui Kepala Bidang Adat dan Cagar Budaya (ACB) menghadiri Technical Meeting Pelaksanaan Lomba Utsawa Dharmagita XXXIII Tahun 2026, sesuai disposisi, bertempat di Ruang Rapat Widya Sabha, Gedung II Lantai III, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Kamis(3/9).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Dalam arahannya, disampaikan kembali bahwa pelaksanaan Utsawa Dharmagita XXXIII Tahun 2026 akan berlangsung selama enam hari, mulai 11 hingga 16 September 2026, bertempat di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center) Denpasar.
Technical Meeting diikuti oleh perwakilan perangkat daerah yang membidangi urusan kebudayaan dari seluruh Kabupaten/Kota se-Bali serta anggota Widyasabha Kabupaten/Kota se-Bali. Pertemuan ini dilaksanakan sebagai upaya menyamakan persepsi sekaligus memastikan kesiapan seluruh kontingen dalam mengikuti rangkaian pelaksanaan lomba.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang yang membidangi pelaksanaan kegiatan menyampaikan secara rinci berbagai ketentuan teknis Lomba Utsawa Dharmagita XXXIII Tahun 2026 yang terbagi dalam sejumlah kategori atau materi lomba.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketentuan mengenai durasi penampilan peserta. Disampaikan bahwa tidak terdapat penambahan toleransi waktu bagi peserta. Setiap peserta wajib menyesuaikan durasi penampilan dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam kriteria lomba. Apabila penampilan melebihi batas waktu yang ditentukan, peserta akan dikenakan pengurangan nilai sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain ketentuan waktu, Technical Meeting juga membahas berbagai mekanisme dan hal teknis terkait seluruh materi lomba. Berbagai ketentuan tersebut selanjutnya disepakati bersama oleh seluruh peserta Technical Meeting sebagai pedoman dalam pelaksanaan lomba.
Melalui Technical Meeting ini, diharapkan seluruh kontingen dan peserta Utsawa Dharmagita XXXIII Tahun 2026 dapat memahami serta mematuhi ketentuan, kriteria, dan mekanisme yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pelaksanaan lomba dapat berjalan tertib, lancar, transparan, dan objektif, sekaligus menjadi wadah dalam meningkatkan apresiasi dan pelestarian seni Dharmagita di Bali.