(0362)21342
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Sekaa Angklung Kebyar Shanti Ulangun Wakili Buleleng pada Utsawa (Parade) Angklung Kebyar PKB XLVIII Tahun 2026

Admin disbudpar | 30 Juni 2026 | 154 kali

Sekaa Angklung Kebyar Shanti Ulangun Banjar Dinas Bukit Balu, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, tampil sebagai Duta Kabupaten Buleleng dalam ajang Utsawa (Parade) Angklung Kebyar pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, yang berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026 pukul 15.00 WITA di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali. Pada kesempatan tersebut, Duta Kabupaten Buleleng tampil bersama Duta Kabupaten Jembrana, menampilkan sajian seni yang memadukan nilai tradisi, filosofi, dan kreativitas generasi muda.


Pementasan diawali dengan Tabuh Klasik (Kaklentangan) "WANA TAMARA". Karya ini mengangkat makna keagungan alam melalui filosofi kata Wana yang berarti hutan dan Tamara yang bermakna indah, tenteram, serta penuh kedamaian. Komposisi tabuh ini menggambarkan hutan sebagai sumber kehidupan yang menghadirkan suasana harmonis, keseimbangan antara manusia dan alam semesta, serta mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan.


Suasana pertunjukan semakin semarak dengan hadirnya Tari Taruna Jaya, salah satu ikon tari kreasi Bali dari Kabupaten Buleleng. Tarian yang diciptakan oleh Pan Wandres pada tahun 1915 dan kemudian disempurnakan oleh I Gede Manik ini menggambarkan karakter seorang pemuda yang beranjak dewasa, penuh percaya diri, enerjik, ekspresif, serta berusaha memikat hati seorang gadis melalui gerak-gerak dinamis yang menjadi ciri khas tarian tersebut.


Penampilan dilanjutkan dengan Tabuh Kreasi Angklung Kebyar "BAYU SUTA", sebuah karya yang terinspirasi dari semangat generasi muda. Judul "Bayu Suta" melambangkan sosok pemuda yang memiliki keberanian, kekuatan jiwa, dan semangat yang bebas laksana hembusan angin. Melalui alunan musik angklung kebyar, karya ini menggambarkan perjalanan seorang pemuda dalam menemukan jati dirinya, mulai dari suasana kehidupan yang tenang, berkembang menjadi perjuangan, gejolak emosi, hingga keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.


Sebagai penutup, dipentaskan Tari Kreasi "NGALAKU", yang mengisahkan perjalanan manusia menuju kedewasaan. Karya tari ini menggambarkan proses bertumbuhnya seseorang yang memunculkan berbagai perubahan dalam nurani, pikiran, dan perilaku hingga muncul ketertarikan terhadap lawan jenis sebagai bagian dari siklus kehidupan. Melalui koreografi yang dinamis dan penuh makna, tarian ini merepresentasikan perjalanan jiwa manusia dalam menjalani takdir kehidupan menuju kedewasaan.


Penampilan Sekaa Angklung Kebyar Shanti Ulangun berhasil memukau para penonton dengan sajian yang memadukan kekuatan musikal, estetika gerak tari, serta pesan filosofis yang mendalam. Partisipasi dalam ajang PKB XLVIII Tahun 2026 menjadi wujud komitmen para seniman Bali untuk terus melestarikan, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan seni budaya Bali kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat eksistensi seni angklung kebyar sebagai warisan budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah zaman.