(0362)21342
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Buleleng Festival 2026, Resmi Dibuka, Angkat Tema “Uriping Rasa”

Admin disbudpar | 19 Agustus 2026 | 74 kali

Buleleng Festival Resmi dibuka dengan ditandai dengan penyalaan meriam oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster dengan di dampingi Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, dan Wakil Bupati Buleleng beserta jajaran undangan, Selasa (18/8/2026), bertempat di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja. BULFEST 2026 mengusung tema “Uriping Rasa”, yang dimaknai sebagai upaya menghidupkan rasa terhadap seni, budaya, identitas, serta nilai-nilai luhur masyarakat Buleleng.


Pembukaan Buleleng Festival 2026 turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng beserta jajaran, bersama para pimpinan dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, serta undangan lainnya. Kehadiran jajaran Disbudpar Buleleng menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan festival yang mengedepankan seni, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan inovasi.


Buleleng Festival bukan sekadar perhelatan seni, tetapi menjadi ruang bersama untuk menghidupkan ingatan, identitas, kreativitas, dan rasa memiliki terhadap kebudayaan Buleleng. Tema “Uriping Rasa” merefleksikan bahwa kebudayaan akan terus hidup ketika rasa di dalam hati masyarakat tetap menyala.


Buleleng memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan masyarakatnya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Tradisi, menurut Bupati, harus mampu menemukan ruang baru agar tetap hidup, relevan, dan dapat diterima oleh generasi masa kini.


Buleleng Festival 2026 berlangsung selama 18–23 Agustus 2026, dengan menghadirkan berbagai kegiatan seni, budaya, ekonomi kreatif, dan inovasi. Beragam pertunjukan kesenian tradisional dan modern dipusatkan di Zona A (Main Stage) Panggung Utama Tugu Singa Ambara Raja serta Zona C di kawasan Catus Pata Singaraja.


Selain pertunjukan seni, rangkaian BULFEST juga berlangsung di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Kantor BKAD dan Kantor DPRD Kabupaten Buleleng. Gedung Wanita Laksmi Graha dan Galeri Singa Ambara Raja menghadirkan produk UMKM, kriya, dan kerajinan tangan. Sementara itu, kawasan Ruang Terbuka Hijau Rumah Jabatan Bupati Buleleng menjadi lokasi Buleleng Digital Expo, sedangkan kuliner khas Buleleng hadir di sepanjang Jalan Veteran dan sekitarnya. Kegiatan sarasehan dan seminar dilaksanakan di Wantilan Sasana Budaya Singaraja.


Keseluruhan rangkaian tersebut dihadirkan sebagai sebuah ekosistem kebudayaan yang tidak hanya berbicara mengenai seni pertunjukan, tetapi juga mencakup pengetahuan, kreativitas, ekonomi masyarakat, teknologi, dan masa depan Buleleng.


Melalui BULFEST 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap festival ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya sebagai ruang berkarya bagi seniman, mendorong perkembangan UMKM dan ekonomi kreatif, serta memperkuat citra Buleleng sebagai daerah yang kaya akan seni, budaya, sejarah, dan kreativitas.


Dengan semangat “Uriping Rasa”, Buleleng Festival 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan rasa bangga menjadi bagian dari masyarakat Buleleng, rasa cinta terhadap seni dan budaya, semangat gotong royong, serta kreativitas dalam membangun Buleleng yang semakin maju, berbudaya, dan berkarakter.