Bali International Fashion Week (BIFW) 2026 hadir sebagai ruang kreatif untuk mempertemukan kekayaan budaya Bali dengan perkembangan fesyen internasional melalui pagelaran fashion show, sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi para desainer dan pelaku industri kreatif di tingkat nasional maupun global.
Diselenggarakan oleh Leny Hartono Management, BIFW 2026 mengusung konsep yang memadukan unsur budaya Bali dengan sentuhan internasional dalam karya-karya fesyen yang ditampilkan. Kegiatan ini berlangsung di Museum Pasifika, Kawasan ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (24/9).
Pada kesempatan tersebut, Plt. Kepala Bidang SDP Ekraf beserta staf hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng. Turut hadir Perwakilan DPD RI, Arya Wedakarna, yang juga menjadi partner dalam penyelenggaraan kegiatan BIFW 2026.
Pemilihan Museum Pasifika sebagai lokasi penyelenggaraan memberikan karakter tersendiri bagi BIFW 2026. Perpaduan antara koleksi seni, kekayaan budaya, dan karya fesyen menciptakan ruang yang mendukung interaksi antara seni tradisi dan industri kreatif modern.
BIFW 2026 juga menjadi wadah bagi para desainer dan pelaku industri kreatif dari berbagai negara untuk memperkenalkan karya serta memperluas jejaring kerja sama. Tercatat sebanyak 15 negara berpartisipasi dalam penyelenggaraan BIFW 2026, menunjukkan adanya ruang pertemuan lintas budaya melalui industri fesyen.
Melalui penyelenggaraan BIFW 2026, diharapkan semakin terbuka peluang kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif Bali dengan jejaring fesyen nasional maupun internasional. Selain menjadi bagian dari pengembangan industri kreatif, kegiatan ini turut memperkuat pemanfaatan seni dan budaya sebagai sumber inspirasi dalam menghasilkan karya yang memiliki daya saing dan nilai tambah.
Kehadiran Disbudpar Kabupaten Buleleng dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jejaring dan memperluas peluang kolaborasi di bidang seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.