Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng terus melakukan berbagai persiapan guna menyukseskan pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) Tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Rapat Pemantapan Teknis Pementasan Kesenian Tradisional yang berlangsung di Ruang Rapat Disbudpar Kabupaten Buleleng, Kamis (6/8). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari persiapan pelaksanaan Bulfest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–23 Agustus 2026.
Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Kabupaten Buleleng dan didampingi Kepala Bidang Adat, dan Cagar Budaya, selaku Person in Charge (PIC) Pementasan Kesenian Tradisional. Dalam Buleleng Festival Tahun 2026 akan ada 14 sanggar seni, sekaa, dan komunitas seni yang terlibat untuk menjadi penyaji dalam rangkaian pementasan kesenian tradisional pada Bulfest 2026.
Pertemuan ini difokuskan pada pemantapan kesiapan teknis masing-masing peserta, mulai dari materi sajian yang akan dipentaskan, jumlah penari dan pendukung pertunjukan, durasi penampilan, hingga penyesuaian kebutuhan panggung. Selain itu, dibahas pula pengaturan tata letak instrumen kesenian, posisi penari pada pementasan tari massal, mekanisme perpindahan pengisi acara, serta aspek teknis lainnya guna memastikan setiap penampilan dapat berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan alur pertunjukan.
Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Kabupaten Buleleng menyampaikan bahwa rapat pemantapan ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi seluruh sanggar dan komunitas seni sehingga pelaksanaan pementasan dapat berjalan optimal, serta memastikan seluruh sanggar memahami aspek teknis yang telah disiapkan panitia, mulai dari materi pertunjukan, durasi, kebutuhan panggung hingga penempatan instrumen.
Melalui rapat pemantapan ini, Disbudpar Kabupaten Buleleng berharap seluruh sanggar seni, sekaa, dan komunitas seni dapat melakukan penyempurnaan persiapan sesuai hasil koordinasi yang telah disepakati. Dengan demikian, pementasan kesenian tradisional pada Buleleng Festival 2026 diharapkan mampu menampilkan kekayaan seni dan budaya Buleleng secara optimal, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung selama pelaksanaan festival.