(0362)21342
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Kabid Adat dan Cagar Budaya Hadiri Puncak Perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Pegayaman

Admin disbudpar | 26 Agustus 2026 | 66 kali

Kepala Bidang Adat dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng menghadiri Puncak Perayaan Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah Tahun 2026 yang berlangsung di Halaman Kantor Perbekel Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (26/8).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Bupati Buleleng, yakni Plt. Camat Sukasada, serta sejumlah perwakilan instansi dan lembaga terkait. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi keagamaan dan budaya yang tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat Desa Pegayaman.


Perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW di Desa Pegayaman merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Selain memiliki nilai religius yang kuat, rangkaian kegiatan dalam perayaan tersebut juga mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, persaudaraan, serta upaya pelestarian warisan budaya yang menjadi kekayaan Kabupaten Buleleng.


Adapun rangkaian kegiatan Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1448 H Tahun 2026 meliputi Wiridan di Masjid, Pekan Lomba Maulid, Parade Hadrah dan Burdah, Mauludan Tanggal Akutus, Rotibul Haddad dan Hiziban, Gotong Royong di Kepenghukuan, Gotong Royong Pemasangan Ambu pada setiap perempatan dan pertigaan jalan, Nampah Sampi dan Megaenan, Gelar Seni Burdah, Mauludan Base, Mauludan Gede (Sokok), serta Manis Mauludan yang dimeriahkan dengan atraksi Pencak Silat.


Puncak perayaan berlangsung dengan penuh khidmat dan meriah serta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Desa Pegayaman maupun para tamu undangan. Berbagai tradisi yang ditampilkan menunjukkan kuatnya nilai-nilai religius, sosial, dan budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.


Tradisi Maulud di Desa Pegayaman juga menjadi wujud nyata harmonisasi antara ajaran agama dengan kearifan lokal yang telah terpelihara dari generasi ke generasi. Nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang terkandung di dalamnya turut memperkuat hubungan sosial serta menjaga keberlanjutan tradisi masyarakat setempat.


Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng memandang Perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW di Desa Pegayaman sebagai salah satu warisan budaya masyarakat yang memiliki nilai penting untuk terus dilestarikan. Keberadaan tradisi tersebut tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat Pegayaman, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Buleleng.


Pelestarian tradisi Maulud di Desa Pegayaman diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan diwariskan kepada generasi mendatang. Selain sebagai bagian dari ekspresi keagamaan, tradisi ini memiliki potensi sebagai sarana pendidikan karakter, penguatan toleransi, penanaman semangat gotong royong, serta pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa.


Melalui dukungan dan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai pihak terkait, keberadaan tradisi budaya masyarakat Desa Pegayaman diharapkan tetap lestari dan mampu menjadi bagian penting dalam memperkaya khazanah kebudayaan Kabupaten Buleleng.