Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng menghadiri Penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan Penyerahan Piagam Pacentokan (Lomba) Olahraga Tradisional Jantra Tradisi Bali VI Tahun 2026 serta Pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026, bertempat di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Sabtu (11/7).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng hadir mewakili Bupati Buleleng sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap penguatan, pelestarian, dan pengembangan seni budaya Bali.
Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Buleleng turut berbangga atas diraihnya Anugerah Adhi Sewaka Nugraha oleh dua seniman terbaiknya, yakni Ibu Jro Made Sariani, seniman Drama Gong, serta Bapak Wayan Arnawa, seniman Seni Rupa/Lukisan Kaca Nagasepaha. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya Bali.
Selain itu, Ketua Sanggar Manik Uttara Singaraja hadir sebagai perwakilan Kabupaten Buleleng dalam acara penyerahan Piagam Sertifikasi Lembaga Seni, yang menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas tata kelola dan profesionalisme lembaga seni di Bali.
Pada ajang Pacentokan (Lomba) Olahraga Tradisional Jantra Tradisi Bali VI Tahun 2026, Kabupaten Buleleng juga berhasil menorehkan prestasi dengan meraih:
Juara III Lomba Terompah Putri;
Juara III Lomba Hadang Putri; dan
Juara III Lomba Hadang Putra.
Piagam penghargaan atas ketiga prestasi tersebut diterima oleh Kepala Bidang Adat dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng selaku perwakilan Kabupaten Buleleng.
Keikutsertaan dan capaian Kabupaten Buleleng dalam rangkaian PKB XLVIII Tahun 2026 menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mendukung pelestarian seni, budaya, dan olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Bali. Melalui momentum ini diharapkan semangat berkesenian, pelestarian warisan budaya, serta pembinaan generasi penerus terus tumbuh dan berkembang demi menjaga kelestarian budaya Bali di masa mendatang.