Staf Bidang Umum dan Keuangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng menghadiri undangan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, bertempat di Ruang Rapat BRIDA, Rabu (5/8).
FGD dipimpin oleh Sekretaris BRIDA Kabupaten Buleleng dengan agenda pembahasan laporan akhir kajian peningkatan produksi padi pada aset Pemerintah Kabupaten Buleleng yang berlokasi di Desa Gerokgak. Hasil kajian dipaparkan oleh Dewa Putu Aarta Jaya.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa luas lahan yang menjadi objek kajian mencapai 11,8 hektare, terdiri atas 6,8 hektare lahan persawahan dan 5 hektare yang dimanfaatkan untuk hortikultura, peternakan, gudang, serta perkantoran. Kajian juga mengidentifikasi kendala utama berupa keterbatasan debit air, meskipun tersedia tiga sumber air, yakni dua sumur bor yang berfungsi optimal dan satu sumber air panas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan seluas 6,8 hektare yang ditanami varietas padi Ciherang dan INPARI 32 mampu menghasilkan panen sekitar 3–5 ton per hektare, dengan produktivitas gabah kering panen (GKP) rata-rata 4,7 ton per hektare. Kajian tersebut juga mengungkap potensi peningkatan intensitas tanam hingga tiga kali tanam (IP300) melalui optimalisasi pengelolaan lahan dan sumber daya air.
Sebagai tindak lanjut, tim peneliti merekomendasikan beberapa upaya strategis, antara lain pemilihan varietas unggul, penerapan teknologi irigasi untuk optimalisasi lahan, peningkatan sarana produksi pertanian, serta penambahan jumlah pompa air guna mendukung peningkatan produktivitas lahan.
Keikutsertaan Staf Bidang Umum dan Keuangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng dalam FGD ini merupakan bentuk dukungan terhadap sinergi lintas perangkat daerah dalam mendukung penyusunan kebijakan berbasis riset demi peningkatan pemanfaatan aset daerah secara optimal.