Pelaksanaan Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 resmi berakhir. Penutupan kegiatan berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Rabu (16/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Adat dan Cagar Budaya (ACB) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.
Acara penutupan secara resmi dilaksanakan oleh Gubernur Bali dan dihadiri Ketua Lembaga Pengembangan Dharmagita Provinsi Bali, Ketua Lembaga Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, Ketua Widyasabha Provinsi Bali, Tim Kurator UDG XXXIII Tahun 2026, para Kepala Dinas yang membidangi urusan kebudayaan Kabupaten/Kota se-Bali, Ketua Widyasabha Kabupaten/Kota se-Bali, jajaran Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Kepala UPTD Museum Bali, Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, serta para juara I, II, dan III dari seluruh kategori lomba.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan Tari Selat Segara sebagai pembuka. Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan plakat kepada para juara I, II, dan III pada seluruh kategori UDG Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026.
Dalam sambutannya sekaligus menutup secara resmi pelaksanaan UDG XXXIII, Gubernur Bali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung keberlanjutan penyelenggaraan Utsawa Dharmagita. Dharmagita dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan tradisi dan budaya Bali, khususnya karena mengandung nilai-nilai spiritual, etika, serta kearifan lokal.
Gubernur Bali juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan tradisi budaya Bali. Pemerintah Provinsi Bali, menurutnya, akan terus berkomitmen memperkuat upaya pelestarian warisan leluhur sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Bali.
Seluruh rangkaian penutupan berlangsung lancar dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan suguhan pertunjukan Bondres inovatif yang turut menambah semarak suasana.
Melalui pelaksanaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026, diharapkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Dharmagita dan budaya Bali semakin tumbuh. Dengan demikian, warisan budaya leluhur dapat terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan secara berkelanjutan dari generasi ke generasi.