(0362)21342
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Angkat Busana Khas Tua, Buleleng Sukses Tampil Sangat Indah di Parade Busanan PKB 2026

Admin disbudpar | 22 Juni 2026 | 112 kali

Minggu, 21 Juni 2026 - Tampil dengan penuh keindahan Duta Kabupaten Buleleng Sukses Bawakan empat Busana Khas yang ada di Buleleng yaitu Busana Khas Desa Bali Mula Desa Sidetapa, Busana khas Memukur dan Melelunakan Buleleng, Busana Pengantin Ningrat Buleleng dan Busana Pacalang Buleleng, dalam Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Daerah pada Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026. Bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar.


Parade diawali dengan penampilan Busana Pecalang Buleleng yang mengenakan kain panjang hitam melancingan, kampuh poleng hitam, baju hitam, destar dara kepek bertepi poleng, serta keris sebagai identitas penjaga adat. Saput poleng yang dikenakan melambangkan tugas pecalang menjaga harmoni dan keseimbangan antara dunia sekala dan niskala.


Selanjutnya, pecalang menyambut prajuru Desa Bali Mula Sidetapa yang mengenakan busana khas desa tersebut. Para pria tampil dengan kain dan kampuh bebali tanpa baju serta destar batik, sedangkan kaum perempuan mengenakan kain bebali, kebaya hujan gerimis warna benhur, selendang bebali, dan tengkuluk sederhana yang menjadi ciri khas perempuan Sidetapa. Busana tersebut mencerminkan kesetiaan masyarakat terhadap adat warisan leluhur yang masih dipertahankan hingga kini.


Buleleng juga menampilkan Busana Pengantin Ningrat sebagai salah satu identitas budaya daerah. Sosok raja dan permaisuri diperagakan dengan busana kebesaran khas Buleleng yang sarat ornamen perada dan hiasan kepala tradisional. Kehadiran Payas Ningrat ini menjadi pengingat bahwa setiap daerah di Bali memiliki kekhasan busana pengantin yang patut terus dilestarikan dan digunakan dalam berbagai prosesi adat.


Alur parade kemudian berlanjut pada prosesi Memukur. Kerabat puri mengenakan busana khusus berupa kain bebali motif dobol, songket Buleleng, kebaya putih, serta tata busana meleluwakan khas Buleleng yang ditandai dengan posisi tagelan di sisi kanan. Filosofi busana tersebut melambangkan penyatuan pikiran dari dunia sekala menuju niskala sebagai bagian dari perjalanan spiritual dalam upacara Memukur.


Puncak penampilan menggambarkan prosesi Ngadegang Bubur Dewata. Seorang cucu raja mengenakan busana serba putih sebagai simbol kesucian saat mengaduk Bubur Dewata hingga matang. Raja, permaisuri, dan cucu raja kemudian berjalan beriringan membawa sangku menuju tempat upacara sebagai simbol menstanakan kekuatan Dewata serta memohon kehadiran para Dewata-Dewati untuk memberikan tuntunan dan penyucian kepada roh leluhur.


Penampilan Buleleng tahun ini dirancang secara apik dengan perpaduan pada  tema PKB 2026, Atma Kerti: Mahakarya Jagat Kerthi, berbagai busana tradisional ditampilkan secara berurutan sehingga membentuk narasi budaya yang utuh.