(0362)21342
0087890395192
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Disbudpar Buleleng Dukung Percepatan Pengusulan KCAG Batur UNESCO Global Geopark dan Perluasan ke Tiga Desa

Admin disbudpar | 15 September 2026 | 60 kali

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan dukungan terhadap percepatan pengusulan Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) Batur UNESCO Global Geopark beserta rencana perluasan kawasan ke wilayah Kabupaten Buleleng, khususnya Desa Sembiran, Madenan, dan Tejakula.


Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Pengusulan Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) Batur UNESCO Global Geopark dan Zona Perluasan Desa Sembiran, Madenan, dan Tejakula, yang berlangsung di Ruang Rapat Museum Gunung Api Batur, Kabupaten Bangli, Selasa (15/9).


Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Adat dan Cagar Budaya (ACB) Disbudpar Kabupaten Buleleng hadir mewakili Kepala Disbudpar Kabupaten Buleleng. FGD menjadi forum koordinasi, sinkronisasi, dan pembahasan lintas sektor dalam rangka mempercepat proses pengusulan KCAG Batur UNESCO Global Geopark sekaligus membahas rencana perluasan kawasan ke wilayah Kabupaten Buleleng.


Kegiatan dihadiri perwakilan kementerian/lembaga pusat, perangkat daerah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Bangli dan Kabupaten Buleleng, akademisi, pakar geopark, pengelola Batur UNESCO Global Geopark, serta perwakilan pemerintah desa dan desa adat dari wilayah yang menjadi sasaran perluasan kawasan.


Disbudpar Kabupaten Buleleng pada prinsipnya mendukung pengelolaan dan pengembangan KCAG Batur UNESCO Global Geopark beserta zona perluasannya dengan tetap mengedepankan perlindungan warisan budaya, pelestarian nilai-nilai kearifan lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


Pengembangan kawasan diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara aspek konservasi, edukasi, dan pemanfaatan sehingga keberadaan geopark tidak hanya memberikan manfaat dalam pelestarian sumber daya geologi dan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.


Dalam FGD tersebut juga ditekankan pentingnya inventarisasi, pendataan, dan kajian terhadap Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) maupun Cagar Budaya yang berada di wilayah perluasan, khususnya di Desa Sembiran, Madenan, dan Tejakula. Langkah tersebut diperlukan sebagai dasar dalam upaya perlindungan dan pelestarian warisan budaya yang berpotensi menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan geopark.


Potensi budaya lokal di wilayah perluasan juga dapat diintegrasikan sebagai bagian dari penguatan narasi geowisata kawasan. Keberadaan desa tua Bali Aga, tradisi masyarakat, situs arkeologi, pura kuno, serta berbagai warisan budaya lainnya memiliki nilai edukatif yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya dan lingkungan secara berkelanjutan.


Perluasan kawasan KCAG Batur UNESCO Global Geopark ke wilayah Sembiran, Madenan, dan Tejakula diharapkan dapat meningkatkan upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan potensi geologi, budaya, serta lingkungan secara terpadu. Selain memperkuat aspek konservasi, pengembangan kawasan juga membuka peluang bagi peningkatan daya tarik wisata edukatif dan budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui geowisata, ekowisata, dan wisata budaya, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya lokal.


Bagi Desa Sembiran, Madenan, dan Tejakula, keberadaan kawasan geopark diharapkan turut memperkuat identitas serta pengakuan terhadap warisan budaya dan sejarah yang dimiliki, sekaligus membuka peluang pengembangan destinasi berbasis budaya dan lingkungan.


Namun, pengembangan kawasan tetap perlu dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip konservasi, perlindungan ODCB dan Cagar Budaya, pelestarian kearifan lokal, serta keterlibatan aktif masyarakat adat dan desa sebagai pelaku utama dalam pengelolaan kawasan.


Hasil FGD menunjukkan adanya komitmen bersama antarpemangku kepentingan untuk mendukung percepatan pengusulan dan pengembangan KCAG Batur UNESCO Global Geopark beserta zona perluasannya. Disbudpar Kabupaten Buleleng siap berkoordinasi dan berkolaborasi sesuai kewenangannya, khususnya dalam upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan warisan budaya yang berada di kawasan pengembangan geopark.


Melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, perluasan kawasan diharapkan tidak hanya memperkuat nilai konservasi geopark, tetapi juga menjadi momentum untuk mengembangkan potensi budaya, lingkungan, edukasi, dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.