Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng melalui Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda dan Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama menghadiri kegiatan Penyampaian dan Pembahasan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Terpadu Batu Ampar, Selasa (29/9).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng tersebut membahas substansi dokumen KLHS RDTR Kawasan Terpadu Batu Ampar, khususnya pada Bab I dan Bab II.
Dalam pembahasan, tim penyaji memaparkan gambaran umum kondisi wilayah yang termasuk dalam Kawasan Terpadu Batu Ampar. Selanjutnya dilakukan identifikasi dan analisis pengaruh Kebijakan, Rencana, dan/atau Program (KRP) yang mencakup struktur ruang dan pola ruang terhadap tujuh isu Pembangunan Berkelanjutan (PB) paling strategis.
Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis tersebut, terdapat enam KRP yang memiliki dampak paling signifikan terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan. Salah satu KRP yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah perwujudan Zona Pariwisata, mengingat pengembangan kawasan pariwisata perlu memperhatikan aspek lingkungan, keberlanjutan, serta keterkaitannya dengan tata ruang kawasan.
Keterlibatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam pembahasan ini menjadi bagian penting dalam memberikan masukan dari perspektif kepariwisataan dan ekonomi kreatif, khususnya terhadap arah pengembangan kawasan agar dapat mendukung pembangunan pariwisata yang terencana, berkelanjutan, dan selaras dengan daya dukung lingkungan.
Melalui pembahasan lintas perangkat daerah ini, diharapkan dokumen KLHS RDTR Kawasan Terpadu Batu Ampar dapat semakin komprehensif serta mampu menjadi salah satu instrumen dalam mewujudkan perencanaan tata ruang yang memperhatikan aspek lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.