(0362)21342
0087890395192
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Sembiran–Madenan–Tejakula Disiapkan sebagai Zona Perluasan Batur UNESCO Global Geopark

Admin disbudpar | 02 Oktober 2026 | 62 kali

Jumat, 2 Oktober 2026 – Upaya penguatan potensi kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Buleleng dalam mendukung pengembangan Batur UNESCO Global Geopark terus dilakukan. Salah satunya melalui rencana pelaksanaan survei lapangan untuk menginventarisasi potensi cultural diversity atau keanekaragaman budaya di wilayah Kecamatan Tejakula, khususnya Desa Sembiran, Desa Tejakula, dan Desa Madenan.


Rencana tersebut dibahas dalam rapat Tim Penetapan Cultural Diversity yang dihadiri unsur Tim Penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi (Geo Diversity), Tim Penetapan Biodiversity, serta Tim Penetapan Cultural Diversity. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Adat, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.


Survei lapangan direncanakan menjadi langkah awal dalam melakukan inventarisasi, pendataan, identifikasi, serta pemetaan berbagai potensi yang terdapat di kawasan perluasan Batur UNESCO Global Geopark di Kabupaten Buleleng. Pendataan akan dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan tiga aspek utama, yakni cultural diversity, geo diversity, dan biodiversity.


Pada aspek Cultural Diversity, pendataan akan mencakup berbagai potensi kebudayaan yang menjadi identitas masyarakat Desa Sembiran, Desa Tejakula, dan Desa Madenan. Potensi tersebut antara lain tradisi, adat istiadat, ritual, kesenian, warisan budaya benda dan takbenda, bahasa, arsitektur tradisional, situs budaya, pengetahuan tradisional, kuliner khas, kerajinan, serta berbagai bentuk kearifan lokal yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.


Sementara itu, aspek Geo Diversity akan diarahkan pada identifikasi dan dokumentasi potensi geologi, bentang alam, situs geologi, serta unsur-unsur geologi lainnya yang memiliki nilai ilmiah, edukatif, konservasi, maupun pariwisata. Adapun aspek Biodiversity meliputi inventarisasi keanekaragaman hayati, baik pada tingkat genetik, spesies maupun ekosistem, termasuk flora, fauna, dan habitat yang memiliki peran penting dalam keberlanjutan kawasan.


Mewakili Pemerintah Kabupaten Buleleng, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyambut baik serta mendukung rencana pelaksanaan survei lapangan di Desa Sembiran, Desa Tejakula, dan Desa Madenan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat data dan informasi mengenai potensi kebudayaan sebagai salah satu unsur penting dalam pengembangan kawasan Batur UNESCO Global Geopark.


Pendataan secara komprehensif diharapkan mampu menghasilkan informasi yang valid mengenai keberadaan serta karakteristik warisan budaya di masing-masing desa. Hasil inventarisasi nantinya dapat menjadi dasar dalam penyusunan profil keanekaragaman budaya kawasan, sekaligus mendukung upaya pelestarian, pemanfaatan, dan pengembangan kebudayaan lokal secara berkelanjutan.


Lebih jauh, integrasi antara kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan kebudayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi pariwisata berbasis alam dan budaya. Kehidupan sosial budaya masyarakat yang telah berlangsung secara turun-temurun di Sembiran, Madenan, dan Tejakula menjadi kekuatan yang dapat memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperkuat identitas kawasan.


Sebagai bagian dari Tim Penetapan Cultural Diversity, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng siap memberikan dukungan berupa data, pendampingan teknis, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan para pemangku kepentingan di lapangan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan proses inventarisasi berjalan secara komprehensif, akurat, dan melibatkan masyarakat sebagai pemilik sekaligus pelaku kebudayaan.


Dalam rapat juga disampaikan rencana pelaksanaan pertemuan koordinasi di Kabupaten Buleleng yang akan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pertemuan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) Batur UNESCO Global Geopark beserta zona perluasan Sembiran–Madenan–Tejakula.


Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, setiap OPD diharapkan dapat memahami peran dan kontribusinya dalam mendukung pengelolaan, pelestarian, pengembangan, dan promosi kawasan secara terpadu. Dengan demikian, pengembangan geopark tidak hanya berorientasi pada aspek konservasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penguatan edukasi, kebudayaan, dan pariwisata berkelanjutan.


Selain agenda survei dan koordinasi, pada tahun mendatang juga direncanakan pelaksanaan GEOFEST yang akan menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, promosi, dan pengembangan geopark. Sejumlah agenda direncanakan berlangsung di wilayah Bali Selatan, seperti seminar, diskusi ilmiah, serta kunjungan ke kawasan heritage.


Dalam rangkaian GEOFEST tersebut, peserta juga direncanakan melakukan kunjungan ke Kabupaten Buleleng untuk melihat secara langsung potensi kawasan heritage serta wilayah zona perluasan Batur UNESCO Global Geopark di Desa Sembiran, Desa Tejakula, dan Desa Madenan.


Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan keanekaragaman budaya Kabupaten Buleleng, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pengelola geopark, masyarakat, dan para pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan kawasan.


Melalui sinergi tersebut, kawasan Sembiran–Madenan–Tejakula diharapkan semakin kuat sebagai bagian dari pengembangan Batur UNESCO Global Geopark, dengan mengedepankan prinsip konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.