(0362)21342
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Sanggar Seni Joged Mangun Semara Tampilkan Pesona Seni Bali Utara pada Utsawa (Parade) Joged Bumbung PKB XLVIII Tahun 2026

Admin disbudpar | 29 Juni 2026 | 106 kali

Sanggar Seni Joged Mangun Semara, Banjar Gunung Sekar, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, tampil sebagai Duta Duta Provinsi Bali yang bersanding dengan Duta Kabupaten Karangasem dalam ajang Utsawa (Parade) Joged Bumbung pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Minggu (28/6), pukul 17.00 WITA di Kalangan Madya Mandala, Taman Budaya Provinsi Bali. Pada kesempatan tersebut, Sanggar Seni Joged Mangun Semara menyuguhkan kekayaan seni tradisi yang berpadu dengan sentuhan kreativitas.


Penampilan diawali dengan Tabuh Kreasi "Suddha Swara", sebuah karya yang terinspirasi dari filosofi dan prosesi sakral Banten Pepegat, simbol pemutusan energi negatif sebagai jalan menuju ketenangan dan rahayu. Melalui karakter musikal gamelan Joged Bumbung klasik Bali Utara, karya ini menghadirkan nuansa spiritual penyucian diri yang diwujudkan dalam komposisi musikal yang sarat makna.


Suasana kemudian berlanjut dengan Tari Sekar Jepun, yang menggambarkan sosok perempuan yang mulai beranjak dewasa dengan karakter lemah lembut, anggun, dan mempesona. Terinspirasi dari bunga jepun yang identik dengan keharuman dan keindahannya, tarian ini menyampaikan pesan tentang proses pertumbuhan diri, kesopanan, serta keelokan hati dalam menjalani kehidupan.


Penampilan berikutnya adalah Tari Puspa Winangun, yang mengangkat filosofi bunga sebagai simbol keindahan dunia. Tarian ini memadukan dua karakter penari joged dengan pembawaan yang berbeda sebagai representasi bentuk dan warna bunga yang saling melengkapi. Melalui harmoni gerak dan ekspresi, karya ini menghadirkan keindahan visual yang mampu memanjakan indra sekaligus menyampaikan makna estetika yang mendalam.


Sebagai puncak pertunjukan, dipentaskan Tari Kreasi "Tresna Kepangan", sebuah karya yang mengisahkan penyatuan dua jiwa yang saling melengkapi. Tarian ini menggambarkan bahwa kebahagiaan dan kesempurnaan hidup hadir melalui kasih sayang, kebersamaan, dan keharmonisan dua insan yang dipertemukan oleh rasa, bukan sekadar angan.


Seluruh rangkaian penampilan ditutup dengan Tabuh Penutup "Mangun Rasa", yang menjadi simbol penyempurnaan sajian sekaligus ungkapan rasa syukur atas keharmonisan antara seni, budaya, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.


Melalui penampilan ini, Sanggar Seni Joged Mangun Semara tidak hanya mempersembahkan hiburan berkualitas, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam melestarikan seni tradisi Bali Utara melalui karya-karya yang tetap berakar pada nilai budaya, namun mampu dikemas secara kreatif dan relevan bagi generasi masa kini. Partisipasi sebagai Duta Kabupaten Buleleng diharapkan semakin memperkuat eksistensi seni Joged Bumbung sebagai salah satu warisan budaya Bali yang patut dijaga dan dibanggakan.