Rabu, 20 Mei 2026 - Bidang Adat dan Cagar Budaya Kabupaten Buleleng laksanakan Rapat Technical Meeting Lomba Olahraga Tradisional dalam rangka JANTRA TRADISI BALI Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Buleleng, bertempat di Ruang Rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.
Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Adat dan Cagar Budaya dengan dihadiri oleh panitia pelaksana serta sebanyak 16 peserta/perwakilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Buleleng yang akan mengikuti perlombaan olahraga tradisional pada hari Sabtu -Minggu, 23-24 Mei 2026 di Lapangan Bhuwana Patra Singaraja.
Rapat Technical Meeting dilaksanakan sebagai bentuk koordinasi dan penyamaan persepsi antara panitia dengan peserta terkait pelaksanaan lomba, sehingga kegiatan dapat berjalan tertib, lancar, sportif, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Adapun beberapa hal yang disampaikan dan disepakati dalam Technical Meeting antara lain sebagai berikut yaitu Penjelasan mengenai jadwal pelaksanaan kegiatan JANTRA TRADISI BALI Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Buleleng, khususnya Pacentokan (Lomba) Olahraga Tradisional diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai tradisi yang diwariskan nenek moyang secara turuntemurun kepada generasi muda khususnya anak-anak dan remaja untuk mewujudkan manusia Bali yang unggul.
Penyampaian cabang olahraga tradisional yang akan diperlombakan beserta sistem dan mekanisme perlombaan, antara lain: antara lain yaitu Terompah Panjang berkelompok (putri), Deduplak/Lari Batok Kelapa berkelompok (putra), Megala-Gala/Hadang berkelompok (putri), Megala-Gala/Hadang berkelompok (putra) dan Metajog Berkelompok (Putra).
Penjelasan mengenai peraturan lomba, teknis pertandingan, sistem penilaian, serta ketentuan umum yang wajib dipatuhi oleh seluruh peserta. Penegasan terkait ketepatan waktu kehadiran peserta pada saat registrasi maupun pelaksanaan lomba. Ketentuan penggunaan kostum/seragam peserta yang sopan, rapi, dan mencerminkan semangat pelestarian budaya daerah. Dan Penjelasan mengenai keamanan, ketertiban, dan sportivitas selama kegiatan berlangsung.
Kesempatan tanya jawab antara peserta dan panitia terkait hal-hal teknis yang belum dipahami.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta menyepakati hasil Technical Meeting dan bersedia mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan oleh panitia pelaksana.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat memahami teknis pelaksanaan lomba dengan baik serta mampu mengikuti kegiatan olahraga tradisional sebagai bagian dari upaya pelestarian seni, adat, dan budaya Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng.