(0362)21342
0087890395192
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Disbudpar Buleleng Hadiri International Tourism Leaders’ Summit 2026 di Denpasar

Admin disbudpar | 25 September 2026 | 40 kali

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng turut berpartisipasi dalam International Tourism Leaders’ Summit (ITLS) 2026 yang berlangsung di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Denpasar, Bali, Jumat (25/9).


Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng diwakili oleh I Putu Aria Wirasuta, S.H., Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda. Kehadiran ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan serta memperkuat jejaring dan kolaborasi dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.


International Tourism Leaders’ Summit (ITLS) merupakan konferensi tahunan berskala internasional yang membahas berbagai strategi, tantangan, serta arah masa depan sektor pariwisata dan perhotelan (hospitality). Kegiatan ini digagas oleh Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali dengan mempertemukan para pemimpin pariwisata, pakar industri, akademisi, peneliti, inovator, serta pemangku kebijakan pemerintah.


ITLS 2026 mengusung tema “Cross-Border Tourism Leaders’ Perspectives: Balancing Sustainability, Technology and Human Experience”, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara keberlanjutan, pemanfaatan teknologi, dan pengalaman manusia dalam pembangunan pariwisata.


Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam rangkaian ITLS 2026. Pertama, keberlanjutan dan pertumbuhan inklusif, dengan mendorong penerapan pariwisata yang bertanggung jawab (responsible tourism) sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, tidak semata-mata berorientasi pada pertumbuhan kuantitatif.


Kedua, pemanfaatan teknologi dalam industri perhotelan, khususnya dalam mengoptimalkan distribusi, meningkatkan efisiensi operasional hotel, serta memperkuat sistem pemesanan langsung (direct booking) di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku wisatawan.


Ketiga, pengembangan sumber daya manusia dan kepemimpinan, melalui penguatan kompetensi calon pemimpin masa depan di sektor perhotelan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui kolaborasi antara industri dengan lembaga pendidikan, sekolah vokasi, serta SMK pariwisata di daerah.


Partisipasi Disbudpar Buleleng dalam forum tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperoleh wawasan dan informasi terkini mengenai perkembangan industri pariwisata global, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang dapat mendukung pengembangan pariwisata Buleleng yang berkelanjutan, adaptif terhadap teknologi, serta tetap menempatkan pengalaman dan manfaat bagi masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan kepariwisataan.