Selasa, 26 Mei 2026 - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Kesenian beserta staf hadir dalam pelaksanaan pembinaan dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dan Tim Kurator Provinsi Bali dalam Utsawa Peed Aye Duta Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Persatuan Seniman Bali (PSB) Kabupaten Buleleng, yang dilaksanakan di RTH Taman Bungkarno, Singaraja.
Pembinaan Peed Aya (Pawai) oleh Pemerintah Provinsi Bali adalah rangkaian pendampingan, kurasi, dan evaluasi langsung dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali kepada duta kabupaten/kota agar sajian seni pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) tampil maksimal dan sesuai tema besar yang telah ditetapkan. Pembinaan ini berfokus pada keselarasan tema "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha"
Dalam pembinaan ini dilaksanakan untuk memastikan keselarasan tema, garapan koreografi, musik, dan tata busana agar saat pentas di panggung kehormatan (biasanya di depan Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar), sajian mewakili identitas daerah dengan standar artistik tinggi.
Pada Tahun ini Duta Kabupaten Bulelng Pada Peed Aye yang diwakili oleh PSB Kabupaten Buleleng membawa tujuh garapan yaitu Barisan Pembawa Identitas (Papan Nama), Mengawali barisan, tampil pesona ayu putri Buleleng pembawa papan identitas daerah.
Barisan kedua Jegeg Bagus Buleleng (Payasan Roko-Roko), dengan Melangkah dengan penuh wibawa, sepasang Jegeg Bagus Buleleng. Inilah mahakarya estetika busana Singa Ambara Raja dengan ciri khas Payasan Roko-Roko. Barisan ketiga Barisan Parade Jegeg Buleleng, di belakang mereka, melangkah 6 orang Jegeg Buleleng. Dengan langkah yang teratur, mereka memamerkan ragam busana khas Buleleng yang memadukan kain tenun lokal dengan riasan yang menonjolkan karakter kuat namun tetap memikat.
Barusan keempat Iring-iringan Uperengga (Kekuatan Spiritual), tampil 20 pemuda gagah berani memboyong iring-iringan Uperengga. Kober Dewata Nawa Sanga yang berkibar, Tedung, dan Bantrangan menjadi simbol pelindung spiritual. Barisan kelima yaitu Tari Kembang Deeng & Angklung Saik Pitu, tampil dengan anggun 60 penari Kembang Deeng tampil memukau dengan kelincahan gerak yang melambangkan keceriaan.
Barisan keenam yaitu Akulturasi Budaya (Baris Sura Atma & Burdah Pegayaman), Barisan Tari Baris Sura Atma hadir sebagai karya akulturasi yang luar biasa, memadukan filosofi Hindu dan nafas Islam dalam satu gerak. Diiringi oleh Ensambel Tambur Bali yang dipadukan dengan kesenian Burdah dari Desa Pegayaman, suara perkusi dan nyanyian puji-pujian menyatu dalam satu ritme persaudaraan. Inilah manifestasi nyata semangat Menyama Braya; bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan melodi yang menciptakan simfoni keindahan.
Barusan ketujuh yaitu menampilkan Garapan Tematik "SANG JARATKARU" & Gema Adi Merdangga. Dan inilah puncak persembahan Duta Kabupaten Buleleng! Menghadirkan garapan tematik kolosal: SANG JARATKARU. Mengambil inspirasi dari kitab Adiparwa, kisah ini menceritakan bakti suci Sang Jaratkaru dalam membebaskan para leluhurnya dari belenggu kegelapan melalui janji suci.
Pada pembinaan Tim Kurator menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada seluruh talenta muda Duta Buleleng. Dimana, secara umum berbagai persiapan dan pembawaan garapan sudah ditampilkan sangat baik. Sehingga kedepan bagaimana menjaga konsistensi agar dapat tampil optimal pada Pembukaan PKB XLVIII nanti. Serta adanya beberapa koreksi yang diberikan oleh Tim kurator diharapkan dapat menjadikan catatan penting bagi pembina untuk menjadi bahan evaluasi dan referensi, sehingga kedepan penampilan dapat terus dioptimalkan.