(0362)21342
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Disbudpar Buleleng Dukung Penguatan Forum Kemitraan PP ATM untuk Wujudkan Desa Siaga Tuberkulosis

Admin disbudpar | 17 Juli 2026 | 17 kali

Buleleng, 17 Juli 2026 – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng melalui Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menghadiri Rapat Penguatan Forum Kemitraan Pengendalian dan Pencegahan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (PP ATM) yang diselenggarakan oleh ADINKES Perwakilan Wilayah Bali. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Unit IV dengan melibatkan Dinas Kesehatan selaku OPD pengampu, sejumlah OPD terkait, serta unsur swasta sebagai mitra dalam mendukung upaya pengendalian penyakit menular di Kabupaten Buleleng.


Rapat diawali dengan pembacaan sambutan Kepala Bappeda Kabupaten Buleleng oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (PPM) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, yang sekaligus membuka secara resmi jalannya kegiatan. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat komitmen bersama dalam percepatan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat.


Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pemaparan materi dan sesi diskusi. Pada sesi pemaparan, peserta memperoleh materi dari empat narasumber, yakni Kepala Bidang PPM Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial Infrastruktur (PSI) Bappeda Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, serta perwakilan ADINKES Wilayah Bali. Sesi berikutnya diisi dengan sharing pengalaman dan diskusi mengenai strategi penguatan kemitraan dalam mendukung program PP ATM di Kabupaten Buleleng.


Salah satu poin utama yang menjadi fokus pembahasan adalah terwujudnya Desa Siaga Tuberkulosis sebagai upaya memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit di tingkat desa. Hingga saat ini, dari 148 desa dan kelurahan di Kabupaten Buleleng, baru 68 desa/kelurahan yang telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.


Dalam forum tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi melalui penguatan desa-desa wisata yang telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Sinergi antara program Desa Siaga Tuberkulosis dengan pengembangan desa wisata diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola destinasi sekaligus menjadi nilai tambah dalam penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). 


Inisiatif ini juga melengkapi berbagai upaya yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk penguatan konsep Desa Tangguh Bencana, sehingga desa wisata di Kabupaten Buleleng tidak hanya unggul dari sisi atraksi dan pelayanan, tetapi juga memiliki ketahanan dalam aspek kesehatan masyarakat.