(0362)21342
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Duta Kabupaten Buleleng Tampilkan Pesona Seni Bali Utara pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa PKB 2026

Admin disbudpar | 08 Juli 2026 | 62 kali

Duta Kabupaten Buleleng yang diwakili Sanggar Seni Langen Kerti Budaya, Banjar Dinas Jero Agung, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt sukses menampilkan sajian terbaik dalam Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (7/7/2026). 

Pada kesempatan tersebut, Duta Kabupaten Buleleng tampil bersama Duta Kabupaten Klungkung, menghadirkan pertunjukan yang sarat nilai filosofi, spiritualitas, serta kekayaan seni tradisi Bali Utara.


Penampilan Duta Kabupaten Buleleng diawali dengan Tabuh Lima Lelambatan Kreasi "Nirwisesa", sebuah karya yang lahir dari perenungan filosofis mengenai penyucian jiwa (Atma Kerti) serta penghormatan kepada leluhur. Karya ini mengambil inspirasi utama dari Pura Pulaki sebagai simbol ruang peralihan spiritual, tempat manusia belajar melepaskan keterikatan duniawi dan ego untuk mencapai penyatuan dengan kekuatan alam, roh leluhur, dan Sang Pencipta. Melalui garapan musikal yang megah dan penuh dinamika, "Nirwisesa" menyampaikan pesan mendalam mengenai perjalanan spiritual manusia menuju kesucian.


Penampilan kemudian dilanjutkan dengan Tari Kreasi Baru "Raksa Atma Pulaki", yang terinspirasi dari ritus suci di Pura Pulaki. Tari ini mengisahkan sosok istri Dang Hyang Nirartha yang memperoleh anugerah berupa kesabaran abadi melalui transformasi wujud fisiknya menjadi kekuatan suci atau Betari. Sementara itu, para pengikutnya bertransformasi menjadi sosok tak kasat mata, yakni gamangatau wong samar, yang bertugas membantu Betari menjaga kesucian Pura Pulaki. Koreografi yang kuat dipadukan dengan ekspresi dramatik para penari berhasil menghadirkan suasana sakral sekaligus artistik yang memikat perhatian penonton.


Sebagai penutup, Duta Kabupaten Buleleng mempersembahkan Fragmentari "Sanggraha Njung", sebuah karya yang menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur Bali Utara. Karya ini menggambarkan bagaimana taksu Gong Kebyar menjadi kekuatan spiritual yang diwariskan melalui pengabdian tokoh maestro I Gede Manik dan Pan Merdana, yang dengan ketulusan hati berperan sebagai jembatan dalam proses evolusi jiwa menuju kualitas yang lebih tinggi. "Sanggraha Njung" dimaknai sebagai upaya menjaga serta melestarikan kesucian puncak pencapaian seni dan keberlanjutan warisan jiwa para maestro yang telah membentuk karakter sejati seni Bali Utara.


Penampilan Duta Kabupaten Buleleng mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari para penonton yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra. Kekompakan para penabuh, penari, serta pendukung pertunjukan menjadi bukti keseriusan Kabupaten Buleleng dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya berbasis nilai-nilai tradisi dan spiritualitas.


Turut hadir memberikan dukungan secara langsung Bupati Buleleng, Wakil Bupati Buleleng, beserta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kehadiran mereka menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung para seniman dan pelaku budaya untuk terus berkarya serta mengharumkan nama Kabupaten Buleleng di ajang Pesta Kesenian Bali Tahun 2026.


Melalui penampilan ini, Kabupaten Buleleng kembali menegaskan identitasnya sebagai daerah yang kaya akan warisan seni budaya, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur leluhur tetap hidup dan relevan melalui karya-karya kreatif yang berpijak pada tradisi, spiritualitas, dan semangat pelestarian budaya Bali.