(0362)21342
disbudparkabbuleleng@gmail.com
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Pembukaan Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) Tahun 2026

Admin disbudpar | 12 Maret 2026 | 148 kali

Rabu, 11 Maret 2026 - Kabupaten Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) untuk ketiga kalinya berturut-turut, sebagai bentuk kepercayaan dari UNESCO dan IOV Indonesia. Ajang bergengsi ini menjadi ruang untuk pertunjukan seni dan budaya yang ada di dunia. Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi dari perwakilan dunia yaitu Korea Selatan, Thailand, Bulgaria, Filipina, Taiwan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam hal ini mewakili Bapak Bupati Buleleng membuka secara resmi Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) Tahun 2026, yang dihadiri para undangan terkait. Dalam sambutannya Kadisbudpar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival ini, baik instansi pemerintah, lembaga negara, sponsor, maupun komunitas seni dan pendidikan.Serta ucapkan terimakasih kepada sanggar Seni shanti Budaya Singaraja telah menjadi penggerak utama penyelenggaraan Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) Tahun 2026. 


Dilanjutkan dengan laporan President IOV Indonesia, Andris Adhitra menyampaikan bahwa keterbukaan dan keberanian masyarakat Buleleng menjadikan daerah ini layak menjadi tuan rumah festival internasional. festival ini menjadi simbol bahwa manusia dari berbagai latar belakang bahasa, warna kulit, dan budaya tetap dapat bertemu dalam harmoni.


Adapun enam delegasi perwakilan dunia yang tampil pada Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) Tahun 2026 yakni :

  1. IOV_Korea Selatan
  2. Phetchabun Rajabhat  University, Thailan
  3. Folk Group “Dryanovo Magic”, Bulgaria
  4. La Manila Dance Ambassador & Rondalla, Philipina
  5. Banda Kawayan Pilipinas, Philipina
  6. Chinese Youth Godwill Association, Taiwan

Melalui kegiatan ini, diharapkan Buleleng International Rhythm Festival mampu memberikan warna baru dalam sektor pariwisata, sekaligus menghadirkan jenis wisata yang lebih bermakna seperti wisata edukasi dan wisata konservasi budaya. BIRF membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif, sehingga mereka semakin menghargai budaya yang dimiliki, terlebih ketika budaya tersebut dapat dinikmati dan diapresiasi oleh bangsa-bangsa lain.